Kelebihan Asam Urat Darah, Penyebab Reumatik Gout

Asam urat, sebenarnya merupakan hasil akhir dari metabolisme Purin, yaitu suatu senyawa yang terkandung dalam makanan. Sebagian asam urat ini digunakan untuk membentuk inti-inti sel, dan sisanya dikeluarkan melalui usus dan ginjal dalam bentuk urin.

Kelebihan asam urat dalam darah dapat menyebabkan timbulnya gejala nyeri atau pegal pada persendian yang biasa dikenal dengan penyakit Artritis Gout atau Reumatik Gout. Di Indonesia, penyakit ini menduduki urutan kedua terbanyak setelah Reumatik Sendi.

Kadar asam urat darah yang dianggap normal berkisar antara 5-7 mg%. Oleh karena itu, jagalah kadar asam urat darah anda tetap stabil pada 5 mg%.

Reumatik Gout berhubungan dengan tingginya kadar asam urat darah. Bila asam urat dalam darah berlebihan akan membentuk kristal natrium urat didalam jaringan lunak dan persendian, yang kemudian membentuk endapan yang dinamakan Tofus. Proses inilah yang dapat menyebabkan peradangan akut, yang dikenal dengan Encok atau Artritis Gout akut atau Reumatik Gout, dan dapat berlanjut menjadi Artritis Gout kronis.

Reumatik Gout atau rematik yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah, biasanya dimulai pada pangkal ibu jari kaki yang terasa nyeri mendadak menjelang pagi. Bila tidak diatasi akan menimbulkan benjolan (tofus) yang sering timbul di telinga dan tangan. Fase selanjutnya mengakibatkan kerusakan sendi (poliartritis) yang membuat si penderita tidak lagi dapat menggerakkan persendiannya, dan terasa sangat sakit bila disentuh.

Secara alami kadar asam urat didalam darah pria lebih tinggi daripada perempuan, oleh karena itu pria memang lebih sering terkena Reumatik Gout. Terutama pria di atas 40 tahun, yang mengalami obesitas atau kegemukan, dan ketegangan mental yang terus menerus. Namun pada perempuan, kasus penyakit ini meningkat tajam setelah masa menopause, karena kadar asam urat di dalam drah meningkat hingga mendekati kadar asam urat pada pria.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan asam urat dalam darah, anda bisa menggunakan diet dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi seperti seafood, jeroan, makanan kaleng, kacang dan produknya, emping melinjo, sayuran berkadar purin tinggi (bayam, buncis, kembang kol, kangkung, asparagus), susu dan produknya, telur, dan alkohol. Makanan yang mengandung banyak purin dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui ginjal. Selain itu, perbanyaklah minum air putih dan olahraga secara teratur.

Untuk membantu mengurangi gejala-gejala peradangan dan meringankan nyeri sendi atau encok akibat tingginya kadar asam urat dalam darah, anda bisa mengkonsumsi tumbuhan Andrographis paniculata (sambiloto), Curcuma xanthorrhiza (temulawak), dan piper nigrum (lada) dan produknya.

Jangan biarkan aktifitas anda terganggu karena nyeri sendi akibat asam urat.

Bookmark and Share



Manohara Odelia Pinot Flu Burung

Leave a Reply