Flu Burung

Sejak tahun 2003, penyakit flu burung atau avian influenza menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti, karena virusnya menyebar cepat di dalam tubuh manusia dan bisa merenggut nyawa seseorang dalam waktu singkat. Gawatnya lagi, indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki angka kematian tertinggi akibat penyakit tersebut karena flu burung ini potensi mematikannya sekitar 80%.

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus H5N1 yang biasanya menjangkiti burung dan unggas. Virus flu burung ini dapat ditemukan di dalam faeses dan rekresi pernapasan burung serta unggas. Penularan dapat terjadi melalui udara atau lewat makanan, minuman, dan sentuhan. Sebagian besar manusia tertular akibat terjadinya kontak langsung dengan burung atau unggas yang terkena virus. Selain itu, ada juga penularan yang terjadi akibat lingkungan yang telah terkontaminasi virus tersebut.

Virus flu burung biasanya mempunyai masa inkubasi sekitar 2-10 hari. Akan tetapi, sebagian besar kasus menunjukkan gejala setelah 3-5 hari. Masa inkubasi ini tergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Gejala awal flu burung seringkali hampir sama dengan influenza (batuk, sakit tenggorokan, demam tinggi, sakit kepala, sakit otot, dll). Lalu penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia di mana mungkin akan terjadi kekurangan udara, susah bernapas dan gagal pernapasan.

Apabila tubuh kamu menunjukkan gejala-gejala menyerupai influenza dan panas tinggi, segeralah minta pertolongan medis. Kamu bisa pergi ke rumah sakit ataupun puskesmas terdekat. Selain perawatan medis yang dilakukan secara intensif, Oseltamivir (Tamiflu) merupakan obat anti-viral utama untuk flu burung. Obat Tamiflu akan efektif apabila diberikan pada tahap awal perkembangan penyakit flu burung.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi virus flu burung agar tidak menjangkiti kamu dan keluarga kamu :
1. Konsumsi daging ayam dan produk unggas yang aman, apabila bahan makanan tersebut telah dimasak secara matang, baik itu digoreng, rebus atau panggang. Jangan memakan daging ayam atau jenis unggas lainnya jika masih berwarna merah muda. Selain itu, hindari juga untuk memakan telur setengah matang.
2. Jaga kebersiham lingkungan. Jangan membuang kotoran (jeroan, bulu ayam, dll) sembarangan. Bungkuslah dengan plastik dan buang di tempat sampah.
3. Bersihkan makanan ternak atau burung agar tidak mengundang burung liar yang kemungkinan terinfeksi virus.
4. Gunakanlah penutup mulut serta hidung, sarung tangan, dan sepatu boot apabila memasuki daerah yang telah terjangkit virus flu burung.
5. Rajin cuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik setelah menangani unggas atau burung.
6. Jauhkan kandang burung ataupun unggas dari tempat tinggalmu.

Moga info ini bermanfaat untuk kita. ;)

Article You May Be Interested In Reading: Kelebihan Asam Urat Darah, Penyebab Reumatik Gout

Bookmark and Share



Kelebihan Asam Urat Darah, Penyebab Reumatik Gout LYCOPENE Membuat Anda Sehat

Leave a Reply